8.8.18

ATASI MOTOR TANPA SLAHAN MOGOK



Sejak beberapa tahun ke belakang, ada motor baru yang tidak dilengkapi kick-starter. Padahal, fitur tersebut dianggap sebagai penyelamat saat aki sedang bermasalah.

Tak sedikit motor yang dirilis beberapa tahun ke belakang ternyata tidak dilengkapi dengan kick-starter. Sebut saja, Honda Vario 150, Kawasaki W175, Yamaha Nmax, dan Honda PCX, hanya bisa dinyalakan dengan electric-starter.

Hal ini akhirnya menimbulkan pertanyaan, seandainya motor tidak mau menyala, bisa jadi karena aki, solusinya bagaimana?

Kalau motor tanpa kick-starter mogok, solusinya hanya satu, kayak mobil, jumper.

Jumper aki sebenarnya cukup lumrah untuk mengatasi mobil mogok akibat aki bermasalah. Caranya ialah menghubungkan aki yang rusak dengan aki sehat menggunakan kabel. Mudahnya, kabel menghubungkan sesama kutub positif aki dan negatifnya.

Jika cara tersebut tidak bisa, solusinya hanyalah menyetrum ulang atau bahkan mengganti aki yang bermasalah tersebut.

Sebenarnya, ada solusi lain, dengan menggunakan engine-brake. Artinya, motor didorong terlebih dahulu sampai melaju cukup kencang, kemudian dimasukkan ke gear-2. 

Namun, hal ini tidak bisa dilakukan pada motor matic. Pasalnya, pada skutik,karena engine-brake baru bisa berfungsi ketika putaran mesin berada di atas 2.000 rpm.

6.8.18

PENYEBAB OLI NETES PADA LUBANG EX DI MOTORB2 TAK



Kebocoran oli merupakan masalah tersendiri bagi para pengendara motor. Terlebih jika setelah diparkir dalam waktu yang cukup lama, kita kerap melihat ada bekas tetesan oli di bawah motor. 

Hal ini biasanya kerap dialami motor-motor 2-tak. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab bocornya oli pada motor. Bisa jadi karena volume oli yang over, atau ada pemasangan komponen yang kurang pas.

Terkait itu,tak semua motor 2-tak akan mengalami permasalahan serupa. Kebocoran oli juga bisa dari beberapa komponen.

Tergantung tahunnya juga. Kalau tahun tua, rata-rata ada saja yang bocornya. Biasanya dari seal, seal kruk as, gear, persneling, engkol, ada juga dari paking mesin dan paking knalpot. Paking knalpot bisa dari leher knalpotnya, pas di sambungannya.

Tak jarang, kebocoran dialami setelah pemilik motor mengganti knalpot. Tentu bagi sebagian orang yang memiliki motor 2-tak, seperti Yamaha RX King, misalnya, banyak yang gonta-ganti knalpot agar suaranya semakin nyaring. Oli bisa saja menetes jika pemasangannya tidak pas.

Bisa jadi karena pemasangan paking knalpotnya miring, atau tidak asli. Baut-bautnya juga sudah pada kendor jadi gak rapat, itu bisa jadi sebab kebocoran.

Selain itu, volume oli yang kebanyakan juga akan membuat bocor.

Kalau 2-tak, oli samping memang harus ikut ke ruang bakar. Bisa jadi karena kebanyakan oli, jadi bocor. Oli samping terlalu banyak jadi dia ikut naik ke ruang bakar, ada yang gak kebakar dan ikut ke ruang buang atau exhaust (knalpot).


5.8.18

PERBEDAAN SUZUKI GSX 150 BANDIT & GSX 150 & SPESIFIKASINYA



Suzuki GSX Bandit produk terbaru dari PT Indomobil Sales (SIS) divisi roda dua dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung di ICE, BSD, Tangerang Selatan, 2-12 Agustus 2018.

Suzuki GSX Bandit  masih satu keluarga dengan GSX yang sudah dipasarkan di Indonesia.
Semua sama, mesinya juga, yang membedakan salah satunya lampu, kemudian juga jok dan handlingnya, rangka berubah sedikit.

Desain lampu GSX150 Bandit ini sama dengan Satria FU150 yang dipasangkan lampu LED. Namun untuk lampu rem masih bohlam.Sedangkan fitur keamanan motor ini juga sama mengguakan shutter key.

Dimensi dan Jok

Jika melihat Suzuki GSX150 Bandit ini memang sekilas mirip. Akan tetapi jika dilihat lebih detil, dimensi motor ini ternyata cukup berbeda. Lihat saja, jika GSX 150 Bandit panjang 2.000 mm, lebar 745 mm dan tinggi 1.035 mm. Sementara GSX-S150 panjang 2.020 mm, lebar 745 mm dan tinggi 1.040 mm.

Pebedaan lainnya terdapat pada ketinggian jok, jika GSX150 Bandit 790 mm, jarak pijak 150 mm dan berat 135 kg. Maka untuk GSX-S150 tingginya joknya hanya 785 mm, jarak pijak 155 mm dan berat 130 kg.
 
Jok GSX150 Bandit ini menggunakan jok tandem. Sedangkan GSX-S150 terpisah dan lebih tinggi untuk jok penumpang. Hal ini pula membuat frame sedikit diubah. Dan berikut spesifikasi Suzuki GSX150 Bandit.


Spesifikasi GSX150 Bandit
Dimesi

- Panjang: 2.000 mm
- Lebar: 745 mm
- Tinggi: 1.035 mm
- Jarak Sumbu: 1.300 mm
- Jarak Pijak: 150 mm
- Tinggi Jok: 790 mm
- Berat Kosong: 135 Kg

Mesin

- Jenis Mesin: Water-cooled, 4-stroke
- Sistem Katup: DOHC 4-valve
- Diameter Langkah: 1-cylinder
- Isi Silinder: 147,3 cm3
- Ratio Kompresi: 62 × 48,8 mm
- Tenaga Maksimum : 14,1 kW/10.500 rpm
- Torsi Maksimum: 14 Nm/9.000 rpm
- Sistem Pengapian: FI
- Sistem Starter: Electric
- Transmisi: 6-speed, return
- Kapasitas Tangki: 11 Liter
- Suspensi Depan: Telescopic
- Suspensi Belakang: Swingarm
- Rem Depan: Disc (Petal)
- Rem Belakang: Disc (Petal)
- Roda Depan: 90/80-17(TL)
- Roda Belakang: 130/70-17 (TL)
- pelek : Cast


3.8.18

TIPS MODIFIKASI MOTOR BERKONSEP SCRAMBLE




Bukan rahasia umum bahwa jalanan di Tanah Air tidak sepenuhnya mulus. Sering kita jumpai jalanan yang bergelombang atau bahkan berbatu dan belum diaspal. Kondisi jalanan yang kurang baik in bisa diakibatkan karena beberapa faktor, salah satunya adalah tergerus air hujan.


Untuk mengakalinya, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah menggunakan kendaraan semi off road. Kendaraan ini dipilih lantaran dapat melintasi segala jenis jalan. 


Tidak perlu membeli motor baru, para pemilik kendaraan bisa melakukan modifikasi dengan konsep off road sehingga motor dapat dikendarai dengan nyaman saat menerjang lintasan bergelombang. Dari beberapa jenis modifikasi yang ada, salah satu konsep yang cukup digandrungi oleh para pecinta roda dua adalah scrambler.


Konsep modifikasi scrambler menghadirkan tampilan motor yang sederhana, namun tetap tangguh dan cepat. Biasanya motor yang digunakan dalam modifikasi ini adalah motor sport.


Perlu diketahui, scrambler sejatinya merupakan turunan dari Jap’s Style, namun ditambah dengan kemampuan off road. Untuk merealisasikan konsep modifikasi scrambler, ada beberapa titik yang menjadi fokus modifikator. Antara lain rangka, desain knalpot, suspensi dan kaki-kaki.


Scrambler dan Jap’s Style sama (basisnya) termasuk kenyamanan. Beda hanya di desain knalpot kalau Scrambler .


Tujuan adanya ubahan pada desain knalpot agar saluran pembuangan ini tidak terganggu saat motor melewati genangan air yang cukup tinggi.


Langkah berikutnya adalah mengubah suspensi belakang. Suspensi bisa diganti dengan part aftermarket yang lebih panjang antara 20-50 mm dari ukuran standarnya. Sentuhan modifikasi ini membuat jarak ayunan roda lebih besar sehingga memudahkan motor untuk menaklukkan jalan berbatu.


Untuk ubahan di sektor kaki-kaki, bisa menggunakan pelek jari-jari yang lebih lentur saat digunakan melintasi medan off road. Ukuran pelek pada roda depan dan belakang dibuat sama pada diameter 18 inci dan dipadukan dengan ban jenis enduro.


Pemilik juga bisa menambahkan aksesori pendukung. Untuk konsep scrambler, aksesori yang bisa ditambahkan adalah setang yang lebar seperti milik motor trail. Di samping itu bisa pula menyematkan panel instrumen berukuran minimalis.